Akibat Hujan Seharian Jember Terendam Air

  • Whatsapp
banner 468x60

JURNALISPOS.ID, JEMBER – Hujan yang mengguyur kabupaten Jember Jawa Timur, terutama di lereng Argopuro sisi timur yang berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso, Jumat (29/1/2021) sore diguyur hujan lebat hingga petang hari, akibat dari banjir ini, sungai bedadung yang merupakan sungai terpanjang dan menjadi ikon kota Jember meluap.

Dari pantauan media, luapan sungai bedadung di bagian hulu, sangat mengkhawatirkan, karena permukaan air sudah menyentuh dengan bibir jalan dan jembatan. “Ini baru pertama kalinya sungai bedadung banjir setinggi ini, entah di daerah bawah (hilir) bisa jadi tambah parah,” ujar warga Biting Arjasa Jember.


Sementara, dari laporan relawan PMI Kabupaten Jember, yang melakukan pemantauan meluapnya aliran sungai bedadung, beberapa rumah warga di sepandang DAS (Daerah Aliran Sungai) sudah mulai terendam, bahkan ketinggian air yang merendam rumah warga mencapai dada orang dewasa.

“Ada 12 rumah di sekitar Jalan Sumatra disamping Gladak Kembar yang terendam, saat ini sudah mulai mengungsi, beberapa tim PMI bersama dengan BPBD saat ini meluncur ke arah Wuluhan daerah hilir sungai Bedadung,” ujar Gufron Humas PMI Kabupaten Jember kepada media.

Begitu juga di beberapa rumah warga yang tinggal di bantaran sungai Bedadung di wilayah kelurahan Kepatihan Kaliwates Jember, rumah warga yang berada di bagian bawah juga terendam, beruntung 1 bayi dan 1 nenek yang kondisinya lumpuh berhasil diungsikan oleh warga sebelum banjir semakin meluap.

Sampai berita ini ditulis, kondisi air di sungai yang memiliki panjang 161 km ini masih mengkhawatirkan, terlebih hujan ringan masih mengguyur bagian hulu di lereng Gunung Hyang Argopuro sisi timur.

Beberapa warga juga terus memantau kondisi air di setiap jembatan yang melintas di beberapa wilayah yang dilalui sungai Bedadung,
Di wilayah kampung Durenan beberapa rumah warga terendam air kali bedadung banyak warga yg kehilangan barang-barang berharga lainnya,saat ini warga sedang bergotong royong membersihan dan mengambil barang yang masih bisa dipakai” ujar salah satu warga durenan yg juga RT di sana Bu wawa

“Saat ini dam di bendunga talang sudah dibuka total, dan terus dipantau, jika ketinggian air naik 1 meter, kondisi di hilir seperti kecamatan Balung dan Wuluhan sampai Puger, tentu lebih parah dan kami menghimbau agar warga waspada dan menjauhi aliran sungai bedadung,” pungkas Gufron. (ayu)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *