JURNALISPOS.ID, KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi potensi bencana, terutama menjelang puncak musim penghujan pada Desember tahun ini. Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Mulyani, menegaskan bahwa seluruh unsur kesiapan, mulai dari logistik, personel, hingga armada yang berada dalam kondisi siaga selama 24 jam.
“Kami siap siaga untuk mengantisipasi terjadinya bencana di Kota Tangerang, terutama dalam penyediaan logistik bagi warga terdampak bencana,” ujar Mulyani saat ditemui di Kantor Dinsos Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Ia menjelaskan, stok logistik yang disiapkan mencakup kebutuhan sandang dan pangan, antara lain pakaian, handuk, selimut, kasur lipat, serta perlengkapan kebersihan. Adapun untuk kebutuhan pangan tersedia makanan siap saji, beras, mi instan, air mineral, lauk pauk, serta kesiapan dapur umum dan nasi bungkus apabila situasi darurat terjadi.
Meski demikian, pengelolaan stok dilakukan dengan cermat agar tetap ideal. “Jika stok terlalu banyak, ada risiko kedaluwarsa. Karena itu, kami menerapkan bumper stock yang selalu siap. Apabila situasi membutuhkan, kami akan melakukan pembelian tambahan,” papar Mulyani.
Dari sisi personel, Dinsos menurunkan tim gabungan terdiri dari pegawai Dinsos dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebanyak kurang lebih 45 orang yang bertugas dalam sistem piket 24 jam.
“Untuk memperkuat respons cepat, Dinsos juga menjalin koordinasi aktif dengan berbagai unsur lintas sektor seperti BPBD, kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW. Informasi cuaca dan potensi bencana kami perbarui setiap hari melalui grup komunikasi lintas wilayah,” tuturnya.
Terkait prosedur permohonan bantuan, masyarakat dapat melapor melalui jalur wilayah masing-masing, mulai dari RT/RW, lurah, hingga kecamatan. Selain itu, Dinsos juga secara proaktif menelusuri informasi warga terdampak demi percepatan penanganan.
“Masyarakat pun tetap dapat memanfaatkan layanan call center Dinsos Kota Tangerang, termasuk nomor hotline dan layanan panggilan darurat 112 untuk melaporkan kondisi darurat. Semua jalur komunikasi kami buka agar warga bisa segera mendapatkan bantuan saat dibutuhkan,” tutup Mulyani. (martinus)









