JURNALISPOS.ID, KOTA TANGERANG – Adakan kegiatan Edutrip (Kunjungan Sekolah), Yayasan Budi Mulia Ciledug Kota Tangerang, edarkan selebaran pungutan uang sebesar Rp. 5.400.000,. (Lima Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) kepada semua siswanya, mulai dari tingkat SD (Sekolah Dasar) hingga tingkat Menegah Umum dan Kejuruan.
Tertera dalam surat edaran No. 045 / SMP BM / V / 2023, yang tertanggal pada 24 Mei 2023 tersebut, himbauan kepada semua orang tua / wali murid untuk mendukung kegiatan sekolah dan mengizinkan anak mereka jadi peserta belajar bersama dengan siswa yang ada di Malaysia dan Singapura, dimana setiap peserta dikenakan biaya sesuai nominal yang sudah ditentukan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada bulan September 2023.
Saat ditemui dilokasi sekolah, H. Suryadi. Kepala sekolah SMU Budi Mulia mengatakan kegiatan tersebut diadakan atas permintaan orang tua siswa, karena selama pandemi kemaren sempat vakum. Selasa, (06/06/2023).
“Program belajar bersama dikelas (Sit In) antara siswa Budi Mulia dengan siswa di Malaysia dan Singapura ini memang ada dan sudah berjalan dari beberapa tahun sebelumnya, saya memang menawarkan program ini kepada orang tua, justru program inilah yang disukai dari sekolah Budi Mulia,” ujarnya.
Lebih rinci H. Suryadi menjelaskan, pihaknya punya hak untuk mengembangkan sendiri kuwalitas sekolah mereka lantaran Budi Mulya disebut sebagai sekolahan swasta bukan Negri.
” Budi Mulia sekolah swasta bukan Negri, semua kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai aturan Dinas Pendidikan termasuk Edutrip ini. Kita juga tidak sembarangan, tidak ada paksaan terhadap siswa dalam kegiatan Edutrip, bagi yang mau, mampu dan yang sanggup aja, klo tidak sanggup ya ga usah ikut,” imbuhnya.
Berbeda lagi yang disampaikan oleh seorang Wali Murid yang tidak mau disebutkan namanya, kepada wartawan ia malah mengeluhkan kebijakan pihak sekolah Budi Mulia yang dianggap tidak relevan dengan keadaan ekonomi yang lagi sulit seperti sekarang ini. Rabu,(31/05/2023).
” Banyak orang tua siswa yang mengeluh dengan kegiatan itu, apa sih yang bisa diserap oleh siswa apalagi yang ikut bukan kelas menengah atas saja, tapi anak Sekolah Dasarpun jadi peserta. Apa mereka sudah paham materi yang diterima nanti ? Saya rasa dalam keadaan sulit ekonomi seperti sekarang ini kegiatan tersebut lebih banyak unfaedahnya,” Pungkas dia.
Dia juga menambahkan, agar pihak sekolah Budi Mulia memikirkan kondisi keselamatan siswa dalam perjalanan nanti.
” Kalo dalam perjalanan nanti terjadi apa-apa siapa pihak yang akan disalahkan ? Juga secara ekonomi pun ga semua orang tua siswa yang mampu. Kasian mereka yang ga bisa ikut, terlihat sekali kesenjangan jadinya dalam dunia pendidikan,” tutupnya.(Fajar)









